Langsung ke konten utama
Padamu....

Sebuah nama, yang tak pernah lupa aku untuk memanggilnya apa.
Ketika semua tak lagi menjadi mudah hanya karena hal yang tak biasa.
Tak biasa karena terbiasa dengan yang seharusnya biasa.
Tapi mungkin ini biasa dalam edisi yang lain.

Tapi, memang tak mudah, memang.
Bukan karena aku yang utama.
Tapi ada yang perasaannya begitu lembut.
Kesabarannyalan yang menambahku tak terbiasa.

Mungkin tangis adalah hal yang tak terbiasa.
Pasti ada jalan yang lainnya.
Atau cintaku akan memudar.
Tidak, cintaku selamanya. Sampai keSurga.
#edisigalau. #tingkatkecamatan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang pernikahan

Lagi. Tentang tema itu. Tidak ada habisnya. Ya. Tema tentang pernikahan. Tema yang konon di kalangan para aktivis dakwah adalah tema yang paling menarik untuk diibicarakan. Maka tidak jarang tema-tema ini sering menghiasi kajian-kajian mereka, halaqoh-halaqoh, bahkan ada satu kajian khusus yang membahsa tema itu, kajian pra nikah. Berbicaralah kamu bahwa kamu tidak menyukai tema ini, maka dapat dipastikan bahwa kamu sedang berusaha untuk membohongi hati kecilmu. Atau kalau tidak, kamu sudah dalam masa yang tidak seharusnya membicarakan masalah ini. Yup. Sama seperti aku, kami tepatnya. Di sore itu. Disebuah sudut masjid kampus UGM. Seusai “syuting” atau syuro penting Keluarga Mahasiswa Muslim Sumatera Selatan. Pembicaraan khas cowok-cowokpun berlangsung. Kesana-kemari tentunya. Tapi ada satu hal yang aku perhatikan, bahwa semuanya ada gunanya. Jadi tidak ngrumpilah insya Alloh. Sampai waktu mau mendekati adzan. Ada satu dari kita yang menyindir tema itu. Ya. Tema tentang pernikah...

jangan sombong (lagi)!!

Apa yang membuat kalian risih tentang kesombongan Fir’aun? Kesombongan Namrud? Kesombongan Qarun? Dalam hubungannya dengan Tuhan, kita harus mengatakan, IYA, kita risih. Tapi, dalam hubungannya dengan manusia, kita tentu akan maklum dengan kesombongan mereka. Betapa tidak, dunia ada dalam genggaman mereka. Kekayaan, dan kekuasaan; dua syarat menjadi sombong diantara manusia di atas bumi ini. Kekayaan mereka membuat orang-orang bermimpi ingin menjadi seperti mereka. Lihatlah, betapa mimpi saja sudah menjadikan orang-orang yang tidak seperti mereka menjadi sombong. Niat sombong. Apalagi kalau benar-benar menjadi seperti Qarun, Fir’aun atau juga, Namrud. Dan kekuasaan membuat orang-orang ingin menguasai semua tahta dunia ini, memiliki semua wanita di dunia ini. Lantas, masihkah kita menganggap kesombongan mereka itu sebuah kesombongan? Tidak, sekali-kali tidak. Mereka “berhak” atas itu. Lantas, atas apa mereka tidak berhak sombong dengan kekuasaan dan kekayaan mereka? Bukankah semua o...

dari tujuh masjid jadi 1.700 masjid

Bertambahnya warga muslim di Inggris agaknya sejalan dengan semakin banyaknya jumlah masjid di negara itu. Sebagai perbandingan, pada 1961 hanya ada tujuh masjid di Inggris. “Pada 1990 jumlah masjid menjadi sekitar 400,” kata Inayat Bunglawala, pengurus MCB (Muslim Council of Britain), seperti dikutip koran The Times . Sepuluh tahun kemudian, menurut situs Islam Salaam.co.uk , jumlah masjid di seluruh Inggris berlipat menjadi tak kurang dari 1.700. Pada saat bersamaan, jumlah gereja menurun. Para pakar mengatakan, ribuan gereja akan ditutup dalam sepuluh tahun ke depan. Penutupan tersebut disebabkan makin sedikitnya warga kristen yang beribadah di gereja-gereja mereka. Gereja-gereja yang ditutup itu biasanya dialihfungsikan menjadi gudang, toko, restoran, bahkan masjid. Tidak banyak memang gereja yang kemudian menjadi masjid. Sebab, gereja Anglikan di Inggris tidak membolehkan pemilik baru menjadikan bekas gereja sebagai masjid atau tempat ibadah agama lain. Sementara itu, di Inggris ...